Skip to main content

Penulis favorit

Jadi kamu ingin aku menulis tentangmu? baiklah. mari kita mulai.

kamu adalah penulis favoritku. Pertama kali kamu memberikan bukumu, aku terkejut. kamu memintaku untuk membacanya, dan aku menyanggupinya.

Aku suka sekali ceritamu. Banyak dari bab-bab di bukumu yang mirip dengan kisah hidupku. Bahkan si tokoh utama memiliki karakter yang mirip denganku. Tapi hey, apakah itu aku yang kamu tulis?
hahaha entahlah. Yang jelas, membacanya membuatku banyak belajar, dan menghibur.

Tak terasa aku hampir menyelesaikan bukumu. Dan ketika sampai pada halaman terakhir, aku kembali terkejut. Diam memandang buku, membolak-balik kertas. Berharap masih ada halaman yang terlewat. Namun ternyata itu benar-benar halaman terakhir. Kecewa, puas, tapi penasaran. Anyway, kuakui karyamu memang hebat!

Lalu kamu memintaku memberikan kesan-pesan. Aku kembali menyanggupinya. Setelah itu kamu meminta bukumu kembali, kemudian pergi. Aku pun membaca buku lain. Sampai pada suatu hari kamu datang lagi sambil membawa buku yang sama. Kamu memintaku untuk membacanya. Aku tidak mengerti apakah kamu lupa, atau bagaimana. Aku sudah membacanya dan itu terjadi 3 bulan yang lalu. Aku bertanya, "apakah ada perubahan cerita?" kamu menjawab, tidak ada. Kamu terus memintaku untuk membaca, alih-alih aku lupa dengan ceritanya. Agak sedikit tidak tega untuk menolak tapi hey, buat apa aku membaca kisah yang sama jika sudah tahu akhirnya? :)


thank you for reading,
best regards,

hilya

Comments

Popular posts from this blog

my beloved sai :)

Sekolah Alam Indonesia tempat dimana aku mengahbiskan banyak waktu disini. dari kecil. dari playgroup. sampe sekarang. di tingkat tertinggi di SAI, SL 9. " sekolah alam? sekolah di utan apa hil?" "sekolahnya gimana tuh? punya kelas ga?" bener kata ka rhea. aku ga belajar di kelas. aku belajar di saung. karena kalo kelas itu identik sama ruang segiempat yang bertembok dan ada jendelanya. ada bangku, meja, meja guru dll. sedangkan sekolahku, ga ada meja guru. hehehehe. disini, aku ngga cuma belajar 2x2=4 atau, hasil akhir dr soal math, fisika, dll. tapi gimana prosesnya aku dapet jawaban itu. ga cuma kognitif, tapi akhlak juga diliat disini. dan selama aku sekolah disini, aku ga pernah bosen belajar disini. emang aku pernah bosen belajar math, ipa atau pelajaran lainnya. tapi lingkungan sekolahnya ngga pernah bikin aku bosen. the teachers. semua guru disini friendly. enak banget diajak ngobrol. sampe susah banget nge-describenya hehe.. mungkin karena belom pernah nyob...

Tentang Orangtua

Semenjak aku menjadi satu-satunya anak besar (bukan badannya) yang tinggal di rumah, aku semakin sadar bahwa sebenarnya aku ini masih jauh dari kata anak baik.  Seperti dulu waktu masih kuliah dan lagi sok-sokan menikmati peran sebagai (sok) aktifis, aku sering banget nggak izin pulang telat sama ortu. Dulu mikirnya dalam hati “gue udah gede kok, udah bisa jaga diri dan gue nggak macem-macem, kegiatan gue nggak aneh-aneh” ternyata itu semua nggak cukup saudara-saudara. Karena memang setelah itu, sering banget aku ditegur karena pulang malem. Bukan masalah pulang malemnya, tapi izinnya itu loh. Teguran pertama, aku iyain aja dan aku ikuti maunya mereka: izin setiap pulang malam. Namun itu hanya hangat di awal saja. Ke sininya, penyakit kesotoyan gue-udah-gede ini kumat kembali. Aku akhirnya mendapatkan SP 2 waktu itu which I could add a fact : terjadi adu mulut di situ. Aku yang mempertanyakan kenapa harus begini, begitu? Orangtua yang selalu punya senjata andalan “kami tuh...