Jadi kamu ingin aku menulis tentangmu? baiklah. mari kita mulai.
kamu adalah penulis favoritku. Pertama kali kamu memberikan bukumu, aku terkejut. kamu memintaku untuk membacanya, dan aku menyanggupinya.
Aku suka sekali ceritamu. Banyak dari bab-bab di bukumu yang mirip dengan kisah hidupku. Bahkan si tokoh utama memiliki karakter yang mirip denganku. Tapi hey, apakah itu aku yang kamu tulis?
hahaha entahlah. Yang jelas, membacanya membuatku banyak belajar, dan menghibur.
Tak terasa aku hampir menyelesaikan bukumu. Dan ketika sampai pada halaman terakhir, aku kembali terkejut. Diam memandang buku, membolak-balik kertas. Berharap masih ada halaman yang terlewat. Namun ternyata itu benar-benar halaman terakhir. Kecewa, puas, tapi penasaran. Anyway, kuakui karyamu memang hebat!
Lalu kamu memintaku memberikan kesan-pesan. Aku kembali menyanggupinya. Setelah itu kamu meminta bukumu kembali, kemudian pergi. Aku pun membaca buku lain. Sampai pada suatu hari kamu datang lagi sambil membawa buku yang sama. Kamu memintaku untuk membacanya. Aku tidak mengerti apakah kamu lupa, atau bagaimana. Aku sudah membacanya dan itu terjadi 3 bulan yang lalu. Aku bertanya, "apakah ada perubahan cerita?" kamu menjawab, tidak ada. Kamu terus memintaku untuk membaca, alih-alih aku lupa dengan ceritanya. Agak sedikit tidak tega untuk menolak tapi hey, buat apa aku membaca kisah yang sama jika sudah tahu akhirnya? :)
thank you for reading,
best regards,
hilya
kamu adalah penulis favoritku. Pertama kali kamu memberikan bukumu, aku terkejut. kamu memintaku untuk membacanya, dan aku menyanggupinya.
Aku suka sekali ceritamu. Banyak dari bab-bab di bukumu yang mirip dengan kisah hidupku. Bahkan si tokoh utama memiliki karakter yang mirip denganku. Tapi hey, apakah itu aku yang kamu tulis?
hahaha entahlah. Yang jelas, membacanya membuatku banyak belajar, dan menghibur.
Tak terasa aku hampir menyelesaikan bukumu. Dan ketika sampai pada halaman terakhir, aku kembali terkejut. Diam memandang buku, membolak-balik kertas. Berharap masih ada halaman yang terlewat. Namun ternyata itu benar-benar halaman terakhir. Kecewa, puas, tapi penasaran. Anyway, kuakui karyamu memang hebat!
Lalu kamu memintaku memberikan kesan-pesan. Aku kembali menyanggupinya. Setelah itu kamu meminta bukumu kembali, kemudian pergi. Aku pun membaca buku lain. Sampai pada suatu hari kamu datang lagi sambil membawa buku yang sama. Kamu memintaku untuk membacanya. Aku tidak mengerti apakah kamu lupa, atau bagaimana. Aku sudah membacanya dan itu terjadi 3 bulan yang lalu. Aku bertanya, "apakah ada perubahan cerita?" kamu menjawab, tidak ada. Kamu terus memintaku untuk membaca, alih-alih aku lupa dengan ceritanya. Agak sedikit tidak tega untuk menolak tapi hey, buat apa aku membaca kisah yang sama jika sudah tahu akhirnya? :)
thank you for reading,
best regards,
hilya
Comments
Post a Comment