adakalanya emosi harus di lampiaskan. di jamu, dinikmati, dibiarkan mengalir.
namun ketika ia datang mengetuk lebih dulu, tak ada satu senti pun tempat untuk memanjakan emosi.
segalanya berubah.
memanjakan menjadi menginjak. membiarkannya mengalir, menjadi hal yang harus dibuang keadannya.
segala hal yang tidak rasional menjadi di-rasionalisasi-kan.
semua memaksa.
ketika masa jaya kita seketika digantikan oleh orde yang jauh dari pikiran. bahkan alam bawah sadar pun tak pernah rela untuk memikirkannya.
ketika segalanya harus segera bangkit. bangun dari rasa suka senang maupun senyuman khayalan.
ia selalu menyadarkan bahwa waktu akan selalu berjalan.
namun ketika ia datang mengetuk lebih dulu, tak ada satu senti pun tempat untuk memanjakan emosi.
segalanya berubah.
memanjakan menjadi menginjak. membiarkannya mengalir, menjadi hal yang harus dibuang keadannya.
segala hal yang tidak rasional menjadi di-rasionalisasi-kan.
semua memaksa.
ketika masa jaya kita seketika digantikan oleh orde yang jauh dari pikiran. bahkan alam bawah sadar pun tak pernah rela untuk memikirkannya.
ketika segalanya harus segera bangkit. bangun dari rasa suka senang maupun senyuman khayalan.
ia selalu menyadarkan bahwa waktu akan selalu berjalan.
wah.. aku jadi tersadar
ReplyDelete