Skip to main content

fly me to the moon~


i was standing beside the rocket launcher when dhiya came and said "hil, help me ya~ for this research! i wanna finish it quickly!" and after dhiya said that, i helped her to hold the rocket launcher. i played with it and yeah, the rocket has gone! i was in panic mode and dont know what to do and how to told the accident to dhiya. and abi came. with thia. and said "wayolo hil! tanggung jawab! kamu harus cari gantinya" and i said, "gimana dong? aduhh kok rebet ya?" and then abi said "kamu harus ngambil sabuk kuning di bulan. itu syarat supaya roketnya bisa balik lagi" what did he say? get the yellow belt in the moon? what.the.stupid.things! and then i said "okelah. aku mau deh ke bulan. aku ambil sabuknya. tapi gimana caranya kesana?"
abi said, "iya sini aku tendang. thia juga nendang"

bukk!
here we go~ journey to the moon with own myself. kicked by thia and abi. i was flying. up and up. i could feel the atmosphere. far and far away from earth.
buk!
arrived at moon. this is ordinary. i felt like in the earth. no flying or "melayang" i can breathe without using helmet. well, i made a new record! i can standing on the moon without 'astronaut-cloth' hahahha~ well i remembered that i had to find the yellow belt. 'ohh i hope dhiya didn't know her rocket has gone' hurry and hurry! i was running. fast and faster! i met an alien. i dont know its name but i think, it's friendly. i entered to the one room. like a house. a tiny house. and i entered to the bathroom. i found it! the yellow belt was in the bathroom! 'horaaay~' i shouted! it wasn't a good euphoria coz i had to went back to the earth. and now, how could i went back to earth?? no abi, no thia. no feet. OMG I WAS TRAPPED! couldn't go back! so, what if i have to live with these aliens?? oh my i can't imagine! but now how?? oh God please save me!

from one of my dreams :)

Comments

Popular posts from this blog

my beloved sai :)

Sekolah Alam Indonesia tempat dimana aku mengahbiskan banyak waktu disini. dari kecil. dari playgroup. sampe sekarang. di tingkat tertinggi di SAI, SL 9. " sekolah alam? sekolah di utan apa hil?" "sekolahnya gimana tuh? punya kelas ga?" bener kata ka rhea. aku ga belajar di kelas. aku belajar di saung. karena kalo kelas itu identik sama ruang segiempat yang bertembok dan ada jendelanya. ada bangku, meja, meja guru dll. sedangkan sekolahku, ga ada meja guru. hehehehe. disini, aku ngga cuma belajar 2x2=4 atau, hasil akhir dr soal math, fisika, dll. tapi gimana prosesnya aku dapet jawaban itu. ga cuma kognitif, tapi akhlak juga diliat disini. dan selama aku sekolah disini, aku ga pernah bosen belajar disini. emang aku pernah bosen belajar math, ipa atau pelajaran lainnya. tapi lingkungan sekolahnya ngga pernah bikin aku bosen. the teachers. semua guru disini friendly. enak banget diajak ngobrol. sampe susah banget nge-describenya hehe.. mungkin karena belom pernah nyob...

Tentang Orangtua

Semenjak aku menjadi satu-satunya anak besar (bukan badannya) yang tinggal di rumah, aku semakin sadar bahwa sebenarnya aku ini masih jauh dari kata anak baik.  Seperti dulu waktu masih kuliah dan lagi sok-sokan menikmati peran sebagai (sok) aktifis, aku sering banget nggak izin pulang telat sama ortu. Dulu mikirnya dalam hati “gue udah gede kok, udah bisa jaga diri dan gue nggak macem-macem, kegiatan gue nggak aneh-aneh” ternyata itu semua nggak cukup saudara-saudara. Karena memang setelah itu, sering banget aku ditegur karena pulang malem. Bukan masalah pulang malemnya, tapi izinnya itu loh. Teguran pertama, aku iyain aja dan aku ikuti maunya mereka: izin setiap pulang malam. Namun itu hanya hangat di awal saja. Ke sininya, penyakit kesotoyan gue-udah-gede ini kumat kembali. Aku akhirnya mendapatkan SP 2 waktu itu which I could add a fact : terjadi adu mulut di situ. Aku yang mempertanyakan kenapa harus begini, begitu? Orangtua yang selalu punya senjata andalan “kami tuh...