Skip to main content

makna bermanfaat


Bermanfaat itu artinya berguna. Memberi manfaat. Sedangkan dari beberapa pendapat, bermanfaat adalah dampak positif yang dihasilkan seseorang untuk orang lain. Dan ini bisa dalam bentuk apapun. Bisa dengan cara mengajarkan sesuatu, atau dengan cara membantu orang menyelesaikan pekerjaan. Dan situasi dimana orang yang kita bantu merasa dan mengakuinya, itu termasuk dari dampak positif atau bermanfaat.

Bermanfaat diawali dengan awalan ber- yang memiliki arti menghasilkan atau mengeluarkan. Kalau digabung, artinya menjadi mengeluarkan/menghasilkan manfaat. Karena kata ‘bermanfaat’ itu bersifat aktif, maka orang yang ingin menjadi orang bermanfaat harus melakukan aksi yang menguntungkan, supaya bisa mengeluarkan ‘manfaat’ yakni, dampak positif yang dihasilkan. Dengan begitu, bermanfaat bisa juga dibilang sebagai sesuatu yang menghasilkan nilai lebih karena, dari manfaat tersebut, pasti ada sesuatu yang dapat diambil dan itu termasuk dalam nilai lebih yang dihasilkan. Contohnya, mengajarkan cara menanam jagung. Kita mengajarkan mereka dan hasilnya, mereka mendapat ilmu baru tentang menanam jagung dan dapat mereka aplikasikan di kehidupan mereka atau, mereka dapat menyebarkan ilmu menanam jagung dan itu membuat ‘ilmu menanam jagung’ mempunyai nilai lebih.

Bermanfaat bisa juga sebagai bentuk apresiasi/ rasa syukur kita untuk Allah yang telah memberi akal untuk berfikir, rizki yang banyak dan bisa sekolah dan tahu apapun. Dan supaya kita bisa lebih tahu nilai lebih dari apa-apa yang Allah kasih, kita bisa menyalurkan apa saja yang kita tahu kepada orang lain yang mungkin belum tahu. Dan itu bisa disebut juga sebagai hal yang bermanfaat. Contoh lain, orang cacat yang akhirnya jadi motivator. Memaksimalkan kelebihan yang ia punya disamping banyaknya kekurangan yang ia dapat. Itu termasuk bagian dari rasa syukur dan itu bermanfaat buat orang lain karena mempunyai dampak positif, nilai lebih dan membagi apa yang kita tahu, ke orang lain.

Bentuk dari bermanfaat bisa apa saja. Bisa aktif, bisa pasif. Keduanya saling menguntungkan. Dan sesuatu di dunia ini, tidak akan diciptakan kalau tidak memberikan manfaat. Artinya, semua hal yang ada di dunia ini pasti punya nilai lebih masing-masing. Dan kita bisa jadikan itu sebagai peluang untuk lebih mengetahui apa saja yang kita punya lebih, dan membaginya dengan orang lain. sharing anything we have more to each other who need it dan seperti yang sudah dibilang, menghasilkan nilai lebih, dampak positif.
Dengan memberikan manfaat untuk orang lain, secara tidak langsung kita telah memberi manfaat pada diri sendiri. Meng-upgrade kualitas kita, menggali potensi kita (oh iya, bermanfaat itu bisa disengaja, ataupun tidak sengaja), dan memiliki ilmu baru.
Kesimpulannya, bermanfaat itu pastinya berguna, apresiasi dari apa saja yang telah Allah kasih, dengan cara memberi manfaat yang mempunyai nilai lebih sehingga menghasilkan dampak positif yang dapat diaplikasikan pada diri sendiri dan masyarakat (terutama yang sangat membutuhkan). Menjadi bermanfaat bisa dilakukan dengan cara apapun asalkan, tetap pada landasan yang awal, memberikan dampak positif. Dan dengan menulis tulisan ini, aku jadi makin tahu tentang makna dari bermanfaat dan memberi manfaat. Semua hal-hal yang sudah dicari tentang ‘bermanfaat’ sukses memberikan manfaat juga buat aku. Dan semoga tulisan ini juga bermanfaat buat yang baca. Bermanfaat untuk lebih mendalami kata ‘bermanfaat’ dan bermanfaat untuk terus berlomba dalam memberikan manfaat kepada orang lain.

Hilyatul Aulia

Comments

Popular posts from this blog

my beloved sai :)

Sekolah Alam Indonesia tempat dimana aku mengahbiskan banyak waktu disini. dari kecil. dari playgroup. sampe sekarang. di tingkat tertinggi di SAI, SL 9. " sekolah alam? sekolah di utan apa hil?" "sekolahnya gimana tuh? punya kelas ga?" bener kata ka rhea. aku ga belajar di kelas. aku belajar di saung. karena kalo kelas itu identik sama ruang segiempat yang bertembok dan ada jendelanya. ada bangku, meja, meja guru dll. sedangkan sekolahku, ga ada meja guru. hehehehe. disini, aku ngga cuma belajar 2x2=4 atau, hasil akhir dr soal math, fisika, dll. tapi gimana prosesnya aku dapet jawaban itu. ga cuma kognitif, tapi akhlak juga diliat disini. dan selama aku sekolah disini, aku ga pernah bosen belajar disini. emang aku pernah bosen belajar math, ipa atau pelajaran lainnya. tapi lingkungan sekolahnya ngga pernah bikin aku bosen. the teachers. semua guru disini friendly. enak banget diajak ngobrol. sampe susah banget nge-describenya hehe.. mungkin karena belom pernah nyob...

Tentang Orangtua

Semenjak aku menjadi satu-satunya anak besar (bukan badannya) yang tinggal di rumah, aku semakin sadar bahwa sebenarnya aku ini masih jauh dari kata anak baik.  Seperti dulu waktu masih kuliah dan lagi sok-sokan menikmati peran sebagai (sok) aktifis, aku sering banget nggak izin pulang telat sama ortu. Dulu mikirnya dalam hati “gue udah gede kok, udah bisa jaga diri dan gue nggak macem-macem, kegiatan gue nggak aneh-aneh” ternyata itu semua nggak cukup saudara-saudara. Karena memang setelah itu, sering banget aku ditegur karena pulang malem. Bukan masalah pulang malemnya, tapi izinnya itu loh. Teguran pertama, aku iyain aja dan aku ikuti maunya mereka: izin setiap pulang malam. Namun itu hanya hangat di awal saja. Ke sininya, penyakit kesotoyan gue-udah-gede ini kumat kembali. Aku akhirnya mendapatkan SP 2 waktu itu which I could add a fact : terjadi adu mulut di situ. Aku yang mempertanyakan kenapa harus begini, begitu? Orangtua yang selalu punya senjata andalan “kami tuh...