Suatu hari nanti kamu akan berterima kasih kepada masalah.
Masalah yang membentukmu menjadi sosok yang lebih kuat dan bijak. Jika saat itu kamu mengutuk kehadirannya, sekarang mungkin kamu bersahabat baik dengannya. Betapa tidak? dirimu sekarang adalah wujud dari penerimaanmu atas rangkaian masalah yang berhasil dilalui.
Kamu mungkin terpaksa menjalaninya. Tak terhitung sudah berapa banyak air mata yang mengalir membasahi pipimu, juga jiwamu. Namun apakah kamu pernah berhenti dan merenung sejenak? Bahwa dirimu saat ini adalah diri yang kuat. Jiwamu adalah yang tidak pernah kenal kata mundur. Keterpaksaan yang kamu rasakan akhirnya membuatmu mau tidak mau menghadapinya.
Kamu boleh berdalih bahwa apa yang sudah kamu merasa gagal. Kamu menghindarinya. Kamu terpuruk. Bahkan hingga masalah itu lepas, kamu masih sesekali menyalahkan dirimu atas apa yang terjadi, atas 'kegagalanmu'.
Tapi boleh aku beritahu satu hal, kawan?
Hadirmu kini adalah bukti bahwa kamu berhasil melaluinya. tidak peduli berapa luka yang sudah menghujam, dan terjalnya medan yang sudah kamu lewati. Disaat ada banyak pilihan yang menggodamu untuk menyerah, tetapi tidak kamu lakukan. Kamu bertahan. Tidak masalah kamu menangis, mengeluh, atau bahkan merasa tidak melakukan apa-apa (menurutmu), tetapi bertahan adalah sebuah kesuksesan disaat banyak orang yang memilih untuk mengakhiri hidupnya.
Mungkin saat ini kamu masih sedih atas ketidakberdayaanmu mengelola masalah. Tak apa. Jadikanlah ia pelajaran berharga dalam hidupmu. Walaupun tidak pernah ada manusia yang siap dengan kehadiran masalah, tetapi paling tidak kamu memiliki modal kesiapan untuk menerimanya. Jadi ingatlah, hadirnya masalah bukan untuk menyulitkanmu, tetapi tanda bahwa ini adalah saatnya kamu bertumbuh.
Thank you for reading,
Best regards,
hilya
Masalah yang membentukmu menjadi sosok yang lebih kuat dan bijak. Jika saat itu kamu mengutuk kehadirannya, sekarang mungkin kamu bersahabat baik dengannya. Betapa tidak? dirimu sekarang adalah wujud dari penerimaanmu atas rangkaian masalah yang berhasil dilalui.
Kamu mungkin terpaksa menjalaninya. Tak terhitung sudah berapa banyak air mata yang mengalir membasahi pipimu, juga jiwamu. Namun apakah kamu pernah berhenti dan merenung sejenak? Bahwa dirimu saat ini adalah diri yang kuat. Jiwamu adalah yang tidak pernah kenal kata mundur. Keterpaksaan yang kamu rasakan akhirnya membuatmu mau tidak mau menghadapinya.
Kamu boleh berdalih bahwa apa yang sudah kamu merasa gagal. Kamu menghindarinya. Kamu terpuruk. Bahkan hingga masalah itu lepas, kamu masih sesekali menyalahkan dirimu atas apa yang terjadi, atas 'kegagalanmu'.
Tapi boleh aku beritahu satu hal, kawan?
Hadirmu kini adalah bukti bahwa kamu berhasil melaluinya. tidak peduli berapa luka yang sudah menghujam, dan terjalnya medan yang sudah kamu lewati. Disaat ada banyak pilihan yang menggodamu untuk menyerah, tetapi tidak kamu lakukan. Kamu bertahan. Tidak masalah kamu menangis, mengeluh, atau bahkan merasa tidak melakukan apa-apa (menurutmu), tetapi bertahan adalah sebuah kesuksesan disaat banyak orang yang memilih untuk mengakhiri hidupnya.
Mungkin saat ini kamu masih sedih atas ketidakberdayaanmu mengelola masalah. Tak apa. Jadikanlah ia pelajaran berharga dalam hidupmu. Walaupun tidak pernah ada manusia yang siap dengan kehadiran masalah, tetapi paling tidak kamu memiliki modal kesiapan untuk menerimanya. Jadi ingatlah, hadirnya masalah bukan untuk menyulitkanmu, tetapi tanda bahwa ini adalah saatnya kamu bertumbuh.
Thank you for reading,
Best regards,
hilya
yey! keren
ReplyDeletethank youu
Delete