![]() |
| Pemandangan dari Masjid Ar Rohiim lantai 25 |
12 Ramadhan 1438 H
Memang masalah membuat seseorang akhirnya kembali kepada TuhanNya. Begitulah tipikal manusia, jika merasa kesulitan baru ia merasa lemah, tak berdaya. Alhamdulillah, ia masih mengingat TuhanNya, bahwa mau satu dunia memusuhinya, TuhanNya lah yang akan selalu menerimanya kembali. tak peduli dia sering lalai, dan dosanya mungkin sudah setinggi gunung,
Masya Allah.
Hari ini, di bulanNya yang suci, alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk bisa bekerja, belajar, di gedung ini. gedung yang ternyata memiliki masjid di lantai teratasnya, lantai 25. hanya berbeda tiga lantai dari tempat saya, ternyata membuat penasaran juga seperti apa rasanya beribadah di lantai paling atas (sekaligus terapi sih, supaya menurun tingkat phobia tingginya).
and it was amazing.
bagian dinding masjid yang terbuat dari kaca membuat saya dapat melihat pemandangan sekitar dari atas. bisa ke langit, ke bawah, dan menyebar ke samping dan sekeliling. semuanya terlihat kecil sekali dari atas sini. terlihat jalan raya dan tol yang sering saya lewati sehari-hari, ternyata hanya segaris saja ketika dilihat dari sini.
lalu pikiran saya melayang,
"ini masih di lantai 25 dan semuanya kecil sekali, bagaimana Allah yang melihat dari singgasanaNya di langit ketujuh di sana? atom saja tidak akan bisa mewakili kecilnya kita di Mata Allah"
Dan Allah,
Dia masih mau mendengar doa-doa ini, menjaga diri ini dari bahaya (yang tidak akan bisa dilihat hanya dengan mata kepala manusia bahkan dari lantai 25 sekalipun), dan masih mau mengampuni, menerima taubat hambaNya, memeluk dan menuntunnya kembali.
Memang tidak sepantasnya kita merasa besar, merasa puas akan sesuatu, dan merasa paling hebat dari seseorang atau banyak. Jika Allah mau menghilangkan kita karena sudah terlalu banyak maksiat, gampang sekali. hilangnya kita pun bahkan tidak memiliki pengaruh apa-apa terhadap dunia.
Tapi Allah nggak mau melakukan itu.
Buktinya kita masih diberi oksigen gratis.
Buktinya Dia masih menuntun kita, lewat pikiran-pikiran kita "eh sholat dulu deh," atau berkata "Ya Allah.." ketika kita dapat musibah.
Sederhana sekali cara Allah menyayangi kita, menjaga kita agar terus dekat denganNya.
Pertanyaannya, apakah kita akan selalu menjadikan Allah sebagai segala landasan atas perbuatan kita?
Kembali ke masjid.
Saya nggak tahu alasan sebenarnya masjid ini dibuat di lantai paling atas. Tapi saya dapat merasakan kecilnya saya di Mata Allah, dan terus ingin mendapat ampunan dan ridhoNya.
Wallahu'alam bi shawwab.
Semoga Allah selalu menuntun hati-hati kita.
Semoga kamu juga :)
![]() |
Thank you for reading
Best Regards,
Hilya


Comments
Post a Comment