Alhamdulillah, setelah kurang lebih 3 bulan mendekam akhirnya saya berhasil menyelesaikan iniii!
JENG JENG
Parent's Stories.
Another book by Adhitya Mulya, my favorite writer ever since.
Dari jamannya Sabtu bersama Bapak, saya makin ngefans aja karena kang Adhit banyak memasukkan nilai-nilai parenting. well to be honest, i realllyyy interested in learning parenting but we'll get that later ;)
Munculnya berbagai promo toko buku online di twitter tentang buku ini, membuat saya tanpa pikir panjang langsung membelinya. saya yakin bahwa di sini kang Adhit akan membahas cara mendidik anak agar dapat survive di zamannya, dengan tetap menampilkan style penulisan yang kang Adhit banget.
Dan ternyata memang betul, buku ini sukses bikin saya kesengsem seharian. saya nggak akan menceritakan detail dari isi buku ini biar pada beli gitu. but let me spoils it a lil bit :p
Pada awal buku dijelaskan tentang kondisi saat ini, masa depan yang berbeda dengan saat kita menjadi anak yang menyebabkan akhirnya orangtua harus bisa memprediksi masa depan dan mendidik mereka agar menjadi manusia berdaya di zamannya. di sini, values atau nilai kehidupan merupakan sebuah unit vital yang harus ditanamkan orangtua pada anaknya. values tidak lekang oleh zaman. ketika anak meresapi values yang diberikan orangtua, maka anak akan menjadi seseorang yang berprinsip dan berkarakter. sekuat dan semengerikan apa pun tantangannya, values lah yang menjadi pembatas agar anak tetap berada di jalur yang 'aman'. dalam konteks ini, saya memaknainya sebagai values agama.
Selain itu, buku ini juga membahas mengenai life skills yang harus orangtua siapkan untuk anaknya, agar dapat memiliki keterampilan dalam hidup. instead of mereka bergantung pada orang lain, anak dengan life skills yang baik akan memberikan manfaat minimal bagi dirinya sendiri,umumnya buat orang lain.
Bagian yang paling saya suka karena paling ngena ketika membaca adalah bab imbalan untuk anak. singkatnya, pada bab ini dijelaskan bahwa seringnya kita mengiming-imingi anak terhadap sesuatu yang sebenarnya itu yang harus dia lakukan. contohnya, ketika berhasil menghabiskan makanan, anak akan diberi hadiah, padahal menghabiskan makanan adalah sesuatu yang harus ia lakukan tanpa berharap mendapat hadiah. di bab ini dijelaskan juga apa saja sesuatu yang sudah seharusnya dilakukan (tanpa imbalan), dan apa yang sekiranya perlu iming-iming agar anak menjadi lebih bersemangat. makanya, beli bukunya biar nggak penasaran :p
And finally, like i said before, buku ini semakin 'hidup' dengan penyampaian kang Adhit yang jelas, to the point namun tetap naratif. ya macam kang Adhit kalau nulis novel aja sih, kalau kata saya mah :)) dengan begitu, pembaca akan merasa seperti sedang mengurus anak beneran (hm kayanya sih ini gue doang secara gue belom punya anak ahak). contoh kasus yang diberikan juga nyata dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. beberapa ada yang sepele, namun ternyata dapat menimbulkan efek "oh gituu" "oh iya ya", that emotions :) but totally, this is full of meaning.
Saya jelas belum berpengalaman dalam mendidik anak jadi nggak mungkin juga saya bilang ini buku efektif banget dalam pengasuhan anak. tapi saya rasa, buku ini cocok buat jadi reminder untuk para orangtua, agar selalu ingat bahwa setiap anak perlu disiapkan untuk menjadi seseorang yang dapat bertahan di zamannya kelak, which is it will totally different from their parent's childhood, from us. dari keseluruhan isi buku ini, saya mengambil kesimpulan bahwa pada akhirnya, apapun yang kita tanamkan dan ajarkan pada anak, it will leads them to be the best human being: menjadi seseorang yang bermanfaat buat orang lain, tingkatan terbaik bagi seorang manusia. makanya ini buku meaningful banget dan semoga selalu menjadi pengingat saya, ketika nanti menjadi orangtua.
thank you for reading,
best regards,
hilya
PS: akhirnya selesai setelah tersimpan di dalam draft selama sebulan :')
JENG JENG
Parent's Stories.
Another book by Adhitya Mulya, my favorite writer ever since.
Dari jamannya Sabtu bersama Bapak, saya makin ngefans aja karena kang Adhit banyak memasukkan nilai-nilai parenting. well to be honest, i realllyyy interested in learning parenting but we'll get that later ;)
Munculnya berbagai promo toko buku online di twitter tentang buku ini, membuat saya tanpa pikir panjang langsung membelinya. saya yakin bahwa di sini kang Adhit akan membahas cara mendidik anak agar dapat survive di zamannya, dengan tetap menampilkan style penulisan yang kang Adhit banget.
Dan ternyata memang betul, buku ini sukses bikin saya kesengsem seharian. saya nggak akan menceritakan detail dari isi buku ini biar pada beli gitu. but let me spoils it a lil bit :p
Pada awal buku dijelaskan tentang kondisi saat ini, masa depan yang berbeda dengan saat kita menjadi anak yang menyebabkan akhirnya orangtua harus bisa memprediksi masa depan dan mendidik mereka agar menjadi manusia berdaya di zamannya. di sini, values atau nilai kehidupan merupakan sebuah unit vital yang harus ditanamkan orangtua pada anaknya. values tidak lekang oleh zaman. ketika anak meresapi values yang diberikan orangtua, maka anak akan menjadi seseorang yang berprinsip dan berkarakter. sekuat dan semengerikan apa pun tantangannya, values lah yang menjadi pembatas agar anak tetap berada di jalur yang 'aman'. dalam konteks ini, saya memaknainya sebagai values agama.
Selain itu, buku ini juga membahas mengenai life skills yang harus orangtua siapkan untuk anaknya, agar dapat memiliki keterampilan dalam hidup. instead of mereka bergantung pada orang lain, anak dengan life skills yang baik akan memberikan manfaat minimal bagi dirinya sendiri,umumnya buat orang lain.
Bagian yang paling saya suka karena paling ngena ketika membaca adalah bab imbalan untuk anak. singkatnya, pada bab ini dijelaskan bahwa seringnya kita mengiming-imingi anak terhadap sesuatu yang sebenarnya itu yang harus dia lakukan. contohnya, ketika berhasil menghabiskan makanan, anak akan diberi hadiah, padahal menghabiskan makanan adalah sesuatu yang harus ia lakukan tanpa berharap mendapat hadiah. di bab ini dijelaskan juga apa saja sesuatu yang sudah seharusnya dilakukan (tanpa imbalan), dan apa yang sekiranya perlu iming-iming agar anak menjadi lebih bersemangat. makanya, beli bukunya biar nggak penasaran :p
And finally, like i said before, buku ini semakin 'hidup' dengan penyampaian kang Adhit yang jelas, to the point namun tetap naratif. ya macam kang Adhit kalau nulis novel aja sih, kalau kata saya mah :)) dengan begitu, pembaca akan merasa seperti sedang mengurus anak beneran (hm kayanya sih ini gue doang secara gue belom punya anak ahak). contoh kasus yang diberikan juga nyata dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. beberapa ada yang sepele, namun ternyata dapat menimbulkan efek "oh gituu" "oh iya ya", that emotions :) but totally, this is full of meaning.
Saya jelas belum berpengalaman dalam mendidik anak jadi nggak mungkin juga saya bilang ini buku efektif banget dalam pengasuhan anak. tapi saya rasa, buku ini cocok buat jadi reminder untuk para orangtua, agar selalu ingat bahwa setiap anak perlu disiapkan untuk menjadi seseorang yang dapat bertahan di zamannya kelak, which is it will totally different from their parent's childhood, from us. dari keseluruhan isi buku ini, saya mengambil kesimpulan bahwa pada akhirnya, apapun yang kita tanamkan dan ajarkan pada anak, it will leads them to be the best human being: menjadi seseorang yang bermanfaat buat orang lain, tingkatan terbaik bagi seorang manusia. makanya ini buku meaningful banget dan semoga selalu menjadi pengingat saya, ketika nanti menjadi orangtua.
![]() | ||
| udah mah dapet promo, bonus tanda tangan kang Adhit! double pleasure ^^ |
thank you for reading,
best regards,
hilya
PS: akhirnya selesai setelah tersimpan di dalam draft selama sebulan :')


Comments
Post a Comment