Skip to main content

Review: as happy as Happiness Kitchen & Coffee

Alohaaa bloggie! seneng banget karena sekarang nggak usah jauh-jauh lagi kalau mau main ke tempat-tempat unyu. Iya, tempat unyu itu maksudnya yang bagus buat jadi background foto, atau sekedar makan santai sama temen.

Ciganjur punya tempatnya! Baru banget dibuka April kemarin, and this is it..
Happiness Kitchen & Coffee


ga dapet full frame soalnya ada yang lagi foto-foto :(
Happiness Kitchen & Coffee ini dirancang mengikuti american style dengan rumah beratap tunggal yang besar. mungkin kaya gudang gitu kali ya dari luar, lucu kok. Bisa buat foto-foto. Terasnya juga dilengkapi bangku-bangku untuk yang pengen menikmati suasana outdoor.

Semua dekorasi dalam cafe dirancang sangat instagramable. Mengikuti tren (anak muda) jaman sekarang yang suka banget pamer tempat di sosmed nunjuk diri sendiri.  waktu saya ke sana, kebetulan lagi sepi karena bukan saat weekend dan bukan saat jam orang-orang pergi makan. suasananya cozy, nyaman juga dan bikin rileks. Buat saya yang suka warna-warni, di tempat ini saya enjoy banget karena suasananya memiliki kesan ceria. Oh iya, sebenernya cafe ini nggak besar-besar banget sih. Dalam bayangan saya kalau ramai, terasa sekali crowded-nya. Makanya kalau mau ke sini, di hari biasa aja biar dapet feel silence-nya.

Nah, kalau ke sini pasti pesen makan, even patungan sekalipun. Saya juga kok, sama temen pesen satu bagel rainbow burger dan chocolate milkshake. Ternyata kedua menu tersebut adalah trademark-nya cafe ini, yeayy nggak salah pilih. Waktu pesenan dateng, memang ternyata burgernya lucu parah. Rasanya juga enak. Smoked beefnya kerasa banget. Rotinya lembut jadi gampang dikunyah. Kekurangannya, di dalam burger nggak ada saos sambal jadi kalau mau harus minta lagi ke mas-masnya. chocolate milkshakenya menurut saya biasa aja, nggak wah seperti hiasannya. whipped cream yang menjadi best part pada milkshake sayangnya kurang manis dan kurang lembut :( jadi nggak nendang gitu sih.

here comes the paradise ^_^

bagel rainbow burger

Dari segi harga, cafe ini lumayan menguras kantong mahassiwa :') tapi worth to try kok, kan patungan ehehe. Jangan lupa puas-puasin memotret dekorasinya. lumayan buat nambah stok profile picture atau galeri instagram. Cafe ini juga dilengkapi wifi, jadi yang mau me time buat nulis, atau yang lainnya, Happiness Kitchen & Coffee is very recommended.

Satu lagi, Happiness Kitchen & Coffee ini gampang banget diakses, nggak boong. Berlokasi di  Jl. M. Kahfi 1, no 36A, Ciganjur- Jagakarsa. Kalau dari arah Pasar Minggu, cafe ini terletak setelah turunan Herman Susilo. Bagi yang mau ke sini tapi nggak ada kendaraan juga bisa naik angkot M20 jurusan Pasar Minggu-Ciganjur (lewat busway juga) turun di depan cafe-nya persis.


abaikan efek miring -_-









outdoor space
Thank you for reading,

best regards,
Hilya

Comments

  1. Huaaaaa kereenn!!! Pengen kesanaaa XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. sinii balik ke indo. aku ajak ke sini lalu bawa aku ke Jepang huehehe

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

my beloved sai :)

Sekolah Alam Indonesia tempat dimana aku mengahbiskan banyak waktu disini. dari kecil. dari playgroup. sampe sekarang. di tingkat tertinggi di SAI, SL 9. " sekolah alam? sekolah di utan apa hil?" "sekolahnya gimana tuh? punya kelas ga?" bener kata ka rhea. aku ga belajar di kelas. aku belajar di saung. karena kalo kelas itu identik sama ruang segiempat yang bertembok dan ada jendelanya. ada bangku, meja, meja guru dll. sedangkan sekolahku, ga ada meja guru. hehehehe. disini, aku ngga cuma belajar 2x2=4 atau, hasil akhir dr soal math, fisika, dll. tapi gimana prosesnya aku dapet jawaban itu. ga cuma kognitif, tapi akhlak juga diliat disini. dan selama aku sekolah disini, aku ga pernah bosen belajar disini. emang aku pernah bosen belajar math, ipa atau pelajaran lainnya. tapi lingkungan sekolahnya ngga pernah bikin aku bosen. the teachers. semua guru disini friendly. enak banget diajak ngobrol. sampe susah banget nge-describenya hehe.. mungkin karena belom pernah nyob...

Tentang Orangtua

Semenjak aku menjadi satu-satunya anak besar (bukan badannya) yang tinggal di rumah, aku semakin sadar bahwa sebenarnya aku ini masih jauh dari kata anak baik.  Seperti dulu waktu masih kuliah dan lagi sok-sokan menikmati peran sebagai (sok) aktifis, aku sering banget nggak izin pulang telat sama ortu. Dulu mikirnya dalam hati “gue udah gede kok, udah bisa jaga diri dan gue nggak macem-macem, kegiatan gue nggak aneh-aneh” ternyata itu semua nggak cukup saudara-saudara. Karena memang setelah itu, sering banget aku ditegur karena pulang malem. Bukan masalah pulang malemnya, tapi izinnya itu loh. Teguran pertama, aku iyain aja dan aku ikuti maunya mereka: izin setiap pulang malam. Namun itu hanya hangat di awal saja. Ke sininya, penyakit kesotoyan gue-udah-gede ini kumat kembali. Aku akhirnya mendapatkan SP 2 waktu itu which I could add a fact : terjadi adu mulut di situ. Aku yang mempertanyakan kenapa harus begini, begitu? Orangtua yang selalu punya senjata andalan “kami tuh...