Skip to main content

Saturday afternoon

ada satu waktu di mana setiap orang ingin menghabiskannya dengan hanya sekadar menyeruput kopi panas di sudut kafe, melihat anak-anak kecil bermain bola, atau bahkan sekadar berbaring sambil menghirup nafas panjang, mensyukuri hidup. apakah kalian punya satu hari itu? saya sih iya. dan hari itu adalah Sabtu sore. 


bermula ketika kehidupan saya berubah 180 derajat
yaitu pada masa-masa SMA. Sabtu sore adalah hari di mana kami para santri siswi akhirnya berhasil menjalankan masa-masa sekolah yang sedikit banyak membuat kehidupan kami berguncang hahaha. dasar anak SMA maunya seneng-seneng aja, giliran dapet tugas jadi kesel sendiri, ada urusan organisasi yang hectic jadi rempong sendiri. ada masalah sama temen, geger sendiri gara-gara masih satu asrama eh ketemu lagi ketemu lagi. keadaan serba salah ini membuat Sabtu sore kami pada akhirnya akan kami (yang seterusnya menjadi saya) manfaatkan sebaik baiknya untuk kabur sejenak. 

dulu, setiap Sabtu sore kalo lagi nggak jatah pesiar, saya habiskan dengan jalan-jalan ke tempat tahfiz. thanks to Allah who've sent me into this boarding school that had a beautiful scenery and also fresh air. ketika kamu ngerasa stress, Allah udah nyediain banyak hal yang bisa dilihat dan suer, ngilangin stres banget. ditambah suasana islami yang bikin hati jadi makin tenang. kalau sore saya habiskan dengan melihat pemandangan indah di tempat tahfiz, malamnya kalau nggak ada nobar, saya pergi ke halaman sekolah, tiduran sambil menatap bintang. to be blessed Assyifa has the most beautiful sky view ever! within the stars appeared with its closest distance. saking dekatnya, bintang-bintang itu seperti hanya sejengkal dari matamu. dengan langit bersih dan hitamnya tidak pucat. so beautiful :)

terus bagaimana dengan Sabtu sore-ku setelah SMA?

saya tetap menyukainya, dan bahagia menyambutnya setiap pekan :)

suasana hening nan syahdu, walau hanya saya habiskan di teras rumah. menatap halaman, tertawa kecil melihat anak-anak tetangga yang berebut main ayunan (iya, rumah saya suka jadi tempat nongkrong anak-anak kecil semenjak ada kiriman ayunan, haha). atau ketika ayunan itu kosong, di situlah tempat kekuasaan saya. bergelayut, sambil sesekali merenung, membaca, atau menulis. 

Sabtu sore juga terasa indah, ketika sesekali saya berjalan-jalan di sekitaran Jakarta, dengan lalu lintas yang tak seramai hari biasa. Ya walapun makin sore makin ramai sih dengan pasangan-pasangan atau keluarga kecil yang akan menghabiskan akhir pekan mereka (nah terus kenapa gue yang sewot?-_-) beberapa kali saya habiskan Sabtu sore (ke malam)  dengan duduk di kursi pinggiran gedung Jakarta, melihat lampu-lampu skyscraper yang ah.. indah sekali ya ternyata. membuat saya sejenak melepaskan semua beban-beban hidup yang ada, hehe.

finally, Saturday afternoon is always being my most favorite day ever! all of these hustle-bustle things, i postpone on that time. just to relax and permit myself to recharge its energy, to know that a car certainly stop to fill up a fuel. to understand that no matter life hits you likewise it's still break you down, that doesn't mean you fail. it is just a lead for you to go down, on your own world to recall again what are you really need to live, and to be. that is my Saturday afternoon be like ever since :)

P.S: hey you there, will i have a chance to spend this Saturday afternoon with you? hopefully, someday.

thank you for reading,
best regards,


hilya 

Comments

Popular posts from this blog

my beloved sai :)

Sekolah Alam Indonesia tempat dimana aku mengahbiskan banyak waktu disini. dari kecil. dari playgroup. sampe sekarang. di tingkat tertinggi di SAI, SL 9. " sekolah alam? sekolah di utan apa hil?" "sekolahnya gimana tuh? punya kelas ga?" bener kata ka rhea. aku ga belajar di kelas. aku belajar di saung. karena kalo kelas itu identik sama ruang segiempat yang bertembok dan ada jendelanya. ada bangku, meja, meja guru dll. sedangkan sekolahku, ga ada meja guru. hehehehe. disini, aku ngga cuma belajar 2x2=4 atau, hasil akhir dr soal math, fisika, dll. tapi gimana prosesnya aku dapet jawaban itu. ga cuma kognitif, tapi akhlak juga diliat disini. dan selama aku sekolah disini, aku ga pernah bosen belajar disini. emang aku pernah bosen belajar math, ipa atau pelajaran lainnya. tapi lingkungan sekolahnya ngga pernah bikin aku bosen. the teachers. semua guru disini friendly. enak banget diajak ngobrol. sampe susah banget nge-describenya hehe.. mungkin karena belom pernah nyob...

Tentang Orangtua

Semenjak aku menjadi satu-satunya anak besar (bukan badannya) yang tinggal di rumah, aku semakin sadar bahwa sebenarnya aku ini masih jauh dari kata anak baik.  Seperti dulu waktu masih kuliah dan lagi sok-sokan menikmati peran sebagai (sok) aktifis, aku sering banget nggak izin pulang telat sama ortu. Dulu mikirnya dalam hati “gue udah gede kok, udah bisa jaga diri dan gue nggak macem-macem, kegiatan gue nggak aneh-aneh” ternyata itu semua nggak cukup saudara-saudara. Karena memang setelah itu, sering banget aku ditegur karena pulang malem. Bukan masalah pulang malemnya, tapi izinnya itu loh. Teguran pertama, aku iyain aja dan aku ikuti maunya mereka: izin setiap pulang malam. Namun itu hanya hangat di awal saja. Ke sininya, penyakit kesotoyan gue-udah-gede ini kumat kembali. Aku akhirnya mendapatkan SP 2 waktu itu which I could add a fact : terjadi adu mulut di situ. Aku yang mempertanyakan kenapa harus begini, begitu? Orangtua yang selalu punya senjata andalan “kami tuh...