Skip to main content

Penumpang

But you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go


pernah ngerasain berada dalam keadaan yang bikin nyaman setengah mati dan terpaksa kita harus keluar dari sana?
ketika sebenarnya keadaan yang disitu kita merasa aman,
merasa ada tempat kembali setelah lelah beraktifitas

 

dan disitulah ketika perasaan berbentur dengan keyakinan. 
aku nyaman, aku nyaman dengan semua yang ada sekarang. Kurang baik apa Tuhan kasih ini semua ke aku, ke jalan yang disitu aku menemukan banyak tempat. tapi entah aku terjebak ditempatmu. perlu digaris bawahi aku nyaman ditempat kamu, bukan diri kamu. kejam memang, aku tahu. jahat? tapi kejujuran seringnya pahit bukan?

pintar sekali kamu mendekor ruanganmu. sebegitu indahnya sampai aku terlampau nyaman. duduk manis, mengagumi tiap detail dekorasi ruanganmu. 

Namun rupanya Tuhan cemburu. Tuhan cemburu bagaimana dengan kesibukan rutinku, aku semakin jarang berkomunikasi denganNya. padahal aku belajar mendalam tentang ilmu itu -__- ditambah setiap aku lelah, ruanganmu yang aku datangi. khilaf. aku khilaf. menyesal? sangat. karena semua ini Dia yang memberikan, agar aku selalu ingat Dia, Sang Penguasa semua, yang mengajarkanku bahwa semua itu mungkin terjadi. dan aku nggak mau menjadi kacang yang lupa kulitnya. dengan berat hati, aku harus pergi dari ruanganmu.

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you’re missin' home
Only know you love her when you let her go
yang ternyata keadaan itu yang bikin kamu lalai akan kehadiran Tuhan
karena kamu merasa aman didalam sana, padahal Dia sebaik-baiknya Penjaga
karena tempat kembalimu adalah ke makhluk yang Dia ciptakan dan bukan ke penciptanya.

pernah ngerasain berada dalam keadaan yang bikin nyaman setengah mati dan terpaksa kita harus keluar dari sana?

dan memang aku sedang keluar saat ini. 


And you let her go


lyrics by: Let her go-The Passengers

Comments

Popular posts from this blog

my beloved sai :)

Sekolah Alam Indonesia tempat dimana aku mengahbiskan banyak waktu disini. dari kecil. dari playgroup. sampe sekarang. di tingkat tertinggi di SAI, SL 9. " sekolah alam? sekolah di utan apa hil?" "sekolahnya gimana tuh? punya kelas ga?" bener kata ka rhea. aku ga belajar di kelas. aku belajar di saung. karena kalo kelas itu identik sama ruang segiempat yang bertembok dan ada jendelanya. ada bangku, meja, meja guru dll. sedangkan sekolahku, ga ada meja guru. hehehehe. disini, aku ngga cuma belajar 2x2=4 atau, hasil akhir dr soal math, fisika, dll. tapi gimana prosesnya aku dapet jawaban itu. ga cuma kognitif, tapi akhlak juga diliat disini. dan selama aku sekolah disini, aku ga pernah bosen belajar disini. emang aku pernah bosen belajar math, ipa atau pelajaran lainnya. tapi lingkungan sekolahnya ngga pernah bikin aku bosen. the teachers. semua guru disini friendly. enak banget diajak ngobrol. sampe susah banget nge-describenya hehe.. mungkin karena belom pernah nyob...

Tentang Orangtua

Semenjak aku menjadi satu-satunya anak besar (bukan badannya) yang tinggal di rumah, aku semakin sadar bahwa sebenarnya aku ini masih jauh dari kata anak baik.  Seperti dulu waktu masih kuliah dan lagi sok-sokan menikmati peran sebagai (sok) aktifis, aku sering banget nggak izin pulang telat sama ortu. Dulu mikirnya dalam hati “gue udah gede kok, udah bisa jaga diri dan gue nggak macem-macem, kegiatan gue nggak aneh-aneh” ternyata itu semua nggak cukup saudara-saudara. Karena memang setelah itu, sering banget aku ditegur karena pulang malem. Bukan masalah pulang malemnya, tapi izinnya itu loh. Teguran pertama, aku iyain aja dan aku ikuti maunya mereka: izin setiap pulang malam. Namun itu hanya hangat di awal saja. Ke sininya, penyakit kesotoyan gue-udah-gede ini kumat kembali. Aku akhirnya mendapatkan SP 2 waktu itu which I could add a fact : terjadi adu mulut di situ. Aku yang mempertanyakan kenapa harus begini, begitu? Orangtua yang selalu punya senjata andalan “kami tuh...