Skip to main content

serba ada serba salah

halo dan ini postingan pertama saya setelah tanggal 6 juni *terus?

sebenernya saya mau cerita tentang penjelajahan saya selama beberapa hari terakhir, terhitung sejak tanggal 15 Juni kemaren. tapi karena sedang dalam proses pengumpulan data, yaudah mendingan scroll postingan yang sekarang dulu yah :D

libur telah tiba. libur telah tiba. hore hore hore! bakarlah tas dan bukumu, lupakan keluh kesahmu.
begitulah kutipan lagu anak kecil yang saya ubah satu kata liriknya aja. liburan. Spesies jenis mana yang nggak suka liburan? Saya yakin kalopun binatang bisa sekolah pasti pengen minta libur. Apalagi buat anak mamih rantauan kaya saya. Liburan menjadi suatu adat tersakral dan kembali ke sekolah adalah suatu kutukan mahadahsyat yang tidak bisa diganggu gugat. Seperti buang air yang ketahan dan nggak bisa keluar. Sakit.

Dan liburan adalah come back to home, come back to the real life *jadi selama ini sayaaaa?*

And to be home is the only way to know your real world. Saya ngerasain sendiri kalo pulang ke rumah tuh bawaannya futur setiap waktu astaghfirullahal aziim. Di rumah, segala macam perabotan rumah tangga terbaik fasilitas ada. Hape lah, leptop 24 jam non stop tanpa penyitaan, internet, tipi, celana, semua ada. Dan karena segala hal serba ada itulah yang bikin saya jadi mager dan pengen semuanya serba instan. Segala hal yang harusnya bisa saya lakukan dengan usaha yang keras, malah keluhan yang keluar akibat proses yang lama.
ayo jangan males malesaan
 Contohnya aja, bangun tidur buka hape, bosen tinggal nyalain tipi nonton gossip spongebob, bosen lagi buka leptop>nonton film atau OL. Stalking blog orang sambil ketawa-ketawa sendiri, nonton video di yutup, donlot lagu sama searching liriknya, cuci mata liat online shop atau sekedar cuap cuap cipika cipiki di fesbuk atau twitter.

Kemana perginya gairah hidup sayaaah? Kalo kaya gini melulu, kapan saya belajar masaknya haah? Kapan beres-beres rumahnya?

Kapan saya menyiapkan bekal saya untuk kehidupan saya nanti? Memenuhi kodrat saya sebagai perempuan seutuhnya? Sukur sukur masih ada umur. Kapan saya menyiapkan segala amalan saya buat kehidupan abadi saya yang saya nggak tau kapan datangnya?


Kenapa saya baru sadar sekarang? It doesn’t need an answer actually cause the only way is just stand up, and go! Semoga saya bisa mewujudkan harapan saya yang satu ini.

Selamat liburan. Selamat belajar menjadi calon istri dan ibu rumah tangga. Selamat. Selamat.

Comments

Popular posts from this blog

my beloved sai :)

Sekolah Alam Indonesia tempat dimana aku mengahbiskan banyak waktu disini. dari kecil. dari playgroup. sampe sekarang. di tingkat tertinggi di SAI, SL 9. " sekolah alam? sekolah di utan apa hil?" "sekolahnya gimana tuh? punya kelas ga?" bener kata ka rhea. aku ga belajar di kelas. aku belajar di saung. karena kalo kelas itu identik sama ruang segiempat yang bertembok dan ada jendelanya. ada bangku, meja, meja guru dll. sedangkan sekolahku, ga ada meja guru. hehehehe. disini, aku ngga cuma belajar 2x2=4 atau, hasil akhir dr soal math, fisika, dll. tapi gimana prosesnya aku dapet jawaban itu. ga cuma kognitif, tapi akhlak juga diliat disini. dan selama aku sekolah disini, aku ga pernah bosen belajar disini. emang aku pernah bosen belajar math, ipa atau pelajaran lainnya. tapi lingkungan sekolahnya ngga pernah bikin aku bosen. the teachers. semua guru disini friendly. enak banget diajak ngobrol. sampe susah banget nge-describenya hehe.. mungkin karena belom pernah nyob...

Tentang Orangtua

Semenjak aku menjadi satu-satunya anak besar (bukan badannya) yang tinggal di rumah, aku semakin sadar bahwa sebenarnya aku ini masih jauh dari kata anak baik.  Seperti dulu waktu masih kuliah dan lagi sok-sokan menikmati peran sebagai (sok) aktifis, aku sering banget nggak izin pulang telat sama ortu. Dulu mikirnya dalam hati “gue udah gede kok, udah bisa jaga diri dan gue nggak macem-macem, kegiatan gue nggak aneh-aneh” ternyata itu semua nggak cukup saudara-saudara. Karena memang setelah itu, sering banget aku ditegur karena pulang malem. Bukan masalah pulang malemnya, tapi izinnya itu loh. Teguran pertama, aku iyain aja dan aku ikuti maunya mereka: izin setiap pulang malam. Namun itu hanya hangat di awal saja. Ke sininya, penyakit kesotoyan gue-udah-gede ini kumat kembali. Aku akhirnya mendapatkan SP 2 waktu itu which I could add a fact : terjadi adu mulut di situ. Aku yang mempertanyakan kenapa harus begini, begitu? Orangtua yang selalu punya senjata andalan “kami tuh...