Skip to main content

some-think


Waktu itu saya lagi iseng-iseng aja buat jelajah kasur roomate di kamar. Nggak ada maksud apa-apa sih. Cuma pengen tau, apa aja sih yang mereka taro di kasur. Since that who they are, can be looked by what they put on their bed. Ini sih teori saya aja selama menjadi boarding-ers hahaha B)


mostly, mereka taro buku-buku disana. post it untuk target. on someone's bed *sebut saja mawar*, i found setumpuk buku dan waktu saya liat, taraa! all about mathematics. on the other bed, saya nemu banyak kertas dan buku tulis. emang sih anaknya suka nulis. and u'll never regret for reading hers, i bet!

and that's what we call passion. passion is something we love to do, without any motivation can stand. maksudnya, biasanya kita menyukai sesuatu karena banyaknya motivasi yang kita dapat. and when those gone, then ur spirit do. gone like a blink of an eye. dan itu bukan passion. karena passion itu always be in ur heart, even the motivation will gone slowly. 2 temen saya yang udah diceritakan di atas memang punya passion yang berbeda. satunya suka nulis, satu lagi suka banget matematika. nggak heran segala sesuatu yang ada di kasur mereka, ya yang berhubungan dengan passion mereka. kenapa saya bilang itu passion mereka?

pertama, karena mereka nggak pernah bosen terhadap 2 subjek itu. itu udah bukan hobi lagi buat mereka. well, if that's their hobby, they will get bored and will leave it somehow. but if that's their passion, they will never get tired or even bored to do it. mungkin rasa bosan itu pasti ada, but there's no reason to leave it. kalo kalian merasa bosan untuk ngerjain sesuatu trus kalian tinggalin, trust reality that's not ur passion. 
 

"You need to dig it out of yourself, explore and expose it"

dan akhirnya saya menyadari satu hal: saya belum menemukan apa passion saya. dan itu the most complicated problem in my life. saya sadar kok, saya masih banyak kekurangan yang menghambat diri saya sendiri buat tau apa passion saya. tuh, for finding the way aja saya masih susah. mungkin this is the reason why i write this page  because maybe by writing this, i will getting know about my passion. semoga aja. emang cukup nyiksa sih mengingat sekarang ini udah one step lagi buat nentuin apa yang kita mau. nggak bisa kalo nggak serius. 

dan emang sih yang harus saya realize, nggak cuma passion yang harus saya punya. tapi goals. karena dari goals itulah, passion itu jadi lebih bermakna. like oil who lit up the fire. dan karena dari goals itu, bisa jadi jalan tikus buat nemuin passion kita  *GET IT HIIILLL, demit dah* siaaaall nyatanya saya bisa menjabarkan, so what should i do now? action lah hil! mau punya 1000 goals, kalo nggak ada step buat meraih, mending jadi peternak tomket aja sana -.-" ubah semua tekanan menjadi tantangan. inget al baqarah 286. selalu dibaca di al ma'tsurat juga. haaah. this is life. always gimme more challenge everyday. if ur day hasn't get challenge, berarti kalian udah mati. 

terakhir, saya suka ngerasa kalo saya belum maksimal untuk hal apapun. termasuk buat ngeraih goals saya. dan nggak jarang kalo itu yang bikin saya stres sendiri untuk berbuat. apapun (dan itu juga automatically menghambat diri saya buat nemuin passion saya). dissapointment ini yang sometimes bikin saya takut buat melangkah. nggak bener sih ini. jangan ditiru yah. well, semuanya juga lagi in progress kok. saya selalu berusaha ngubah semua a a a a a a. yang saya pegang, keep calm and have faith. rencana Tuhan pasti lebih baik dari rencana saya. rasanya i have to change mindset from "oh God i have a big problem" to "hey problem i have a big God" masalah saya 1000 tapi saya bisa 50.000 diatas masalah saya. tinggal build up keyakinan aja supaya konsisten dan no desperate-syndrome. 



Comments

Popular posts from this blog

my beloved sai :)

Sekolah Alam Indonesia tempat dimana aku mengahbiskan banyak waktu disini. dari kecil. dari playgroup. sampe sekarang. di tingkat tertinggi di SAI, SL 9. " sekolah alam? sekolah di utan apa hil?" "sekolahnya gimana tuh? punya kelas ga?" bener kata ka rhea. aku ga belajar di kelas. aku belajar di saung. karena kalo kelas itu identik sama ruang segiempat yang bertembok dan ada jendelanya. ada bangku, meja, meja guru dll. sedangkan sekolahku, ga ada meja guru. hehehehe. disini, aku ngga cuma belajar 2x2=4 atau, hasil akhir dr soal math, fisika, dll. tapi gimana prosesnya aku dapet jawaban itu. ga cuma kognitif, tapi akhlak juga diliat disini. dan selama aku sekolah disini, aku ga pernah bosen belajar disini. emang aku pernah bosen belajar math, ipa atau pelajaran lainnya. tapi lingkungan sekolahnya ngga pernah bikin aku bosen. the teachers. semua guru disini friendly. enak banget diajak ngobrol. sampe susah banget nge-describenya hehe.. mungkin karena belom pernah nyob...

Tentang Orangtua

Semenjak aku menjadi satu-satunya anak besar (bukan badannya) yang tinggal di rumah, aku semakin sadar bahwa sebenarnya aku ini masih jauh dari kata anak baik.  Seperti dulu waktu masih kuliah dan lagi sok-sokan menikmati peran sebagai (sok) aktifis, aku sering banget nggak izin pulang telat sama ortu. Dulu mikirnya dalam hati “gue udah gede kok, udah bisa jaga diri dan gue nggak macem-macem, kegiatan gue nggak aneh-aneh” ternyata itu semua nggak cukup saudara-saudara. Karena memang setelah itu, sering banget aku ditegur karena pulang malem. Bukan masalah pulang malemnya, tapi izinnya itu loh. Teguran pertama, aku iyain aja dan aku ikuti maunya mereka: izin setiap pulang malam. Namun itu hanya hangat di awal saja. Ke sininya, penyakit kesotoyan gue-udah-gede ini kumat kembali. Aku akhirnya mendapatkan SP 2 waktu itu which I could add a fact : terjadi adu mulut di situ. Aku yang mempertanyakan kenapa harus begini, begitu? Orangtua yang selalu punya senjata andalan “kami tuh...