Skip to main content

LIVE IN PAMIJAHAN (preparation)


Kaget sih pas tahu kalo Live In tahun ini lokasinya di Bogor. What are people going to say?? Live in Bogor! Lokasinya yang Cuma sejengkal monster dari Jakarta ngebuat aku makin agak gimana gitu pas denger nama lokasi tempat kita live in nanti. but yeah after all, I just hope this Live in give the big impression and lesson for me. Jarang-jarang loh ada sekolah yang melakukan Live in. at least, untuk seukuran anak SMP :D

11 oktober 2010 teacher gave us homework about the meaning of useful and designed the contribution for Pamijahan village which it must be useful for people there. Jujur, aku bingung banget mau ngasih apa buat masyarakat sana, besides I don’t know the real condition there. Terlalu desa banget atau udah ada teknologi yang masuk? Dan pastinya mikirin gimana sesuatu yang aku kasih itu bisa mereka pakai dalam jangka waktu yang panjang. Sounds difficult huh? Yeah~

1st November we presented our contribution for live in. and finally I wanna give some information about biopori *though I think it’s not really important now* yang jelas ini pasti berguna untuk kedepannya *amiin* temen-temen Alhamdulillah udah tahu apa aja yang mau mereka kasih ke masyarakat Pamijahan.

>>the situates>>

Saw the photos make me feel nervous and it’ll be a surprisingly event. You know? Di Pamijahan itu ternyata mayoritas diisi sawah which is, I CAN meet snake there -_- oh what I’ve said? Snake? I hope snake is only the myth in this world gah! Hahaha.. yang kedua, toilet. Dari foto-foto yang aku lihat, mostly rumah disana toiletnya ada diluar rumah, bahkan ada yang nggak punya toilet =.= *ok, don’t make it be desperate for u hil~* at least dari semua itu, aku harap aku bener-bener bisa enjoy sama Live in. and it’ll be a great program I presume ;) slip out and pause from the real life in Jakarta and do the simplicity life. Coz success is start from the difficult ways and life.

9-11-10
Hilyatul aulia

Comments

Popular posts from this blog

my beloved sai :)

Sekolah Alam Indonesia tempat dimana aku mengahbiskan banyak waktu disini. dari kecil. dari playgroup. sampe sekarang. di tingkat tertinggi di SAI, SL 9. " sekolah alam? sekolah di utan apa hil?" "sekolahnya gimana tuh? punya kelas ga?" bener kata ka rhea. aku ga belajar di kelas. aku belajar di saung. karena kalo kelas itu identik sama ruang segiempat yang bertembok dan ada jendelanya. ada bangku, meja, meja guru dll. sedangkan sekolahku, ga ada meja guru. hehehehe. disini, aku ngga cuma belajar 2x2=4 atau, hasil akhir dr soal math, fisika, dll. tapi gimana prosesnya aku dapet jawaban itu. ga cuma kognitif, tapi akhlak juga diliat disini. dan selama aku sekolah disini, aku ga pernah bosen belajar disini. emang aku pernah bosen belajar math, ipa atau pelajaran lainnya. tapi lingkungan sekolahnya ngga pernah bikin aku bosen. the teachers. semua guru disini friendly. enak banget diajak ngobrol. sampe susah banget nge-describenya hehe.. mungkin karena belom pernah nyob...

Tentang Orangtua

Semenjak aku menjadi satu-satunya anak besar (bukan badannya) yang tinggal di rumah, aku semakin sadar bahwa sebenarnya aku ini masih jauh dari kata anak baik.  Seperti dulu waktu masih kuliah dan lagi sok-sokan menikmati peran sebagai (sok) aktifis, aku sering banget nggak izin pulang telat sama ortu. Dulu mikirnya dalam hati “gue udah gede kok, udah bisa jaga diri dan gue nggak macem-macem, kegiatan gue nggak aneh-aneh” ternyata itu semua nggak cukup saudara-saudara. Karena memang setelah itu, sering banget aku ditegur karena pulang malem. Bukan masalah pulang malemnya, tapi izinnya itu loh. Teguran pertama, aku iyain aja dan aku ikuti maunya mereka: izin setiap pulang malam. Namun itu hanya hangat di awal saja. Ke sininya, penyakit kesotoyan gue-udah-gede ini kumat kembali. Aku akhirnya mendapatkan SP 2 waktu itu which I could add a fact : terjadi adu mulut di situ. Aku yang mempertanyakan kenapa harus begini, begitu? Orangtua yang selalu punya senjata andalan “kami tuh...